PROPIL MARGASATWA LANGKA
Harimau Sumatera - Tapir - Rafflessia
Harimau Sumatera ( The plagship spesicies):
Harimau Sumatera adalah jenis terkecil dari seluruh harimau yang hidup di dunia saat ini.Namun demikian harimau Sumatera tetap merupakan binatang buas yang ditakuti manusia.
Harimau Jantan dewasa panjangnya dapat mencapai 2 meter dengan beratnya hingga 3 kali pria dewasa. Meskipun besar, harimau Sumatera sering bersembunyi dan jarang terlihat.
Harimau yang hidup di alam bebas umurnya bisa mencapai 10 hingga 15 tahun. Untuk memenuhi kebutuhan makannya, 3 6 hari sekali hariamau berburu mangsa, seperti rusa, babi hutan, kerbau liar, tapir, dan kadang-kadang memangsa hewan kecil, misalnya kancil dan landak. Seekor harimau membutuhkan sampai 40 kg daging setiap kali makan.
Harimau jarang memangsa manusia, kecuali karena sudah tua dan sakit-s akitan, atau karena kehilangan habitatnya. Di daerah tempat manusia berburu rusa dan kijang secara berlebihan, harimau yang lapar kadang meninggalkan hutan dan datang ke perkampungan untuk mencari makan. Hal ini sering menyebabkan konflik yang fatal dengan penduduk.
Populasi pada tahun 1978 diperkirakan kurang lebih terdapat 1000 ekor harimau Sumatera. Dalam kurun waktu 14 tahun (tahun 1992), jumlah harimau Sumatera berkurang hingga setengahnya, yaitu 500 ekor. Angka tersebut masih merupakan estimasi dan bukan berasal dari hasil survey.
Ancaman terbesar bagi hariamau Sumatera di masa datang adalah hilangnya habitat harimau secara drastis, perburuan harimau untuk diambil anggota tubuhnya, dan perburuan illegal terhadap mangsanya. Sumatera diperkirakan telah kehilangan 65 85% tutupan hutan akibat penebangan liar dan pengalihan fungsi lahan, termasuk untuk pertanian berskala besar, seperti kelapa sawit dan karet. Semakin sempit areal hutan, maka semakin kecil pula dukungan hutan terhadap kehidupan harimau.
Dalam rangka penyelamatan harimau Sumatera Balai Taman Nasional Bukit Tigapuluh bekerjasama dengan mitra kerja World Wide Fund For Nature (WWF) dan The Tiger Foundation (TTF) telah melakukan beberapa kegiatan antara lain : patroli anti perburuan harimau, advokasi perburuan harimau, identifikasi habitat dan populasi harimau, serta penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat. <keatas>
Tapir (Tapirus indicus):
Adalah jenis hewan herbifora yaitu pemakan daun-daun muda dan tumbuhan-tumbuhan bawah dihutan hujan primer pada vegetasi yang padat pinggiran hutan atau disepanjang pinggiran sungai. Dari ciri morfologinya Tapir adalah hewan yang unik.
Penyebaran populasi Tapir yaitu Asia Tenggara, sebelah selatan Myanmar sepanjang batas menuju selatan - barat Thailand, Semenanjung Malaya dan Sumatera.
Tinggi Tapir mencapai ± 100 cm, panjang badan mencapai 250 cm dan berat mencapai 260 kg - 375 kg. Umur Tapir hidup dialam bebas dengan kondisi alam/ habitat yang baik bisa mencapai 30 tahun <keatas>
Rafflessia hasseltii Suringar
Salah satu tumbuhan langka yang terdapat di dalam Taman Nasional Bukit Tigapuluh. Tumbuhan yang sering dikenal masyarakat setempat dengan nama cendawan muka rimau ini sebenarnya bukan termasuk jenis jamur atau cendawan akan tetapi termasuk tumbuhan holoparasit, yaitu tumbuhan yang sepenuhnya menggantungkan hidupnya pada tumbuhan lain untuk kebutuhan makanannya.
Sebagai mana anggota kelompok Raffleceaceae lainnya, Rafflessia hasseltii tidak mempunyai klorofil, namun mempunyai akar isap (haustorium) yang berfungsi sebagai penyerap nutrisi yang dibutuhkannya. Rafflessia hasseltii hidup dengan cara menghisap sari-sari makanan dari liana Tetrastigma lanceolarium yang menjadi inangnya. Rafflessia hasseltii tidak mempunyai daun, akar dan batang tetapi hanya berwujud bunga yang menempel pada akar atau batang liana.
Siklus hidup Rafflessia hasseltii sangat lama. Diduga waktu yang dibutuhkan dari knop/kuncup awal diameter 0,5 cm sampai knop siap mekar (diameter 18 cm) adalah 280 hari. Wahtu untuk knop mulai mekar sampai mekar sempurna 1 hari (24 jam) dan bunga akan mekar dan kemudian membusuk selama 5-8 hari (waktu yang singkat untuk menikmati keindahan bunga ini sebagai bukti kebesaran Tuhan). Dengan demikian waktu total siklus hidup Rafflessia hasseltii dari knop awal sampai mekar sempurna dan akhirnya membusuk adalah 288 hari atau ± 9 bulan.
Pada waktu mekar bunga ini mempunyai diameter 20-50 cm dengan ciri khas adanya bercak-bercak putih memanjang yang lebih dominan pada permukaan diafragma bunga dan mengeluarkan bau busuk. Bau busuk akan terasa sangat tajam pada hari ke 2-3 sejak ia mekar, oleh karena itulah orang sering juga menyebutnya bunga bangkai.
Tumbuhan yang tergolong dalam famili Rafflesiaceae dari divisio Spermatophyta ini termasuk vegetasi berumah dua (dioeceos) artinya bunga betina dan bunga jantan terpisah pada individu yang berbeda (Mackinnon, 1986). Biji sebagai alat perkembang biakannya kemungkinan besar disebarkan oleh aliran air, angin, serangga tanah dan mamalia hutan yang berkuku. Karena kukunya mamalia hutan dapat menimbulkan luka pada liana dan membawa biji-biji Rafflessia hasseltii yang sangat kecil intuk menempel padanya.
Persebaran Rafflessia hasseltii sangat dipengaruhi oleh persebaran tunbuhan inang Terrastigma lanceolarium dan factor penyebaran biji. Bunga Rafflessia hasseltii diduga merupakan jenis endemik yang hanya di temukan di sekitar Taman Nasional Bukit Tigapuluh.
Berdasarkan hasil ekspedisi yang dilakukan oleh Balai Taman Nasional Bukit Tigapuluh, Fakultas Biologi UNRI dan MAPALA OASIS pada bulan April 2003 ditemukan lebih dari 20 buah bunga Rafflesia hasseltii yang sedang mulai mekar tepatnya di Dusun Tanah Datar Taman Nasional Bukit Tigapuluh <keatas> |